Rabu, 06 Juni 2012

Jual Trusi

Bersama ini saya tawarkan produk trusi hasil buatan sendiri, bagi yang berminat silahkan hubunginya saya.


Terimakasih

Senin, 06 Desember 2010

Membuat Garam Terusi (CUSO4) dari Batu cu

Kepada para pembaca blog saya yang kebetulan disekitar desanya banyak berserakan batu cu tidak ada salahnya untuk mencoba membuat terusi atau orang menyebutnya tawas biru atau copper sulphate.









Berikut ini cara membuatnya
Pertama-tama hancurkan batu CU hingga halus, setelah itu beri cairan H2O2 (Hidrogen Peroxide) tujuannya untuk membersihkan kotoran yang bercampur dengan tepung cu, setelah reaksinya berhenti masukan larutan H2SO4 (asam sulfat) secara bertahap, secara perlahan tepung cu yang ada akan berubah warna menjadi biru.




Setelah reaksi kimianya berhenti, tambahkan air putih untuk meredam kadar asam yg tinggi, kemudian ambil airnya dan letakan di tempat yang berpenampang luas dan terbuat dari plastik atau kaca dengan ketinggian cairan 1 Cm, jemur sampai habis airnya (prinsipnya seperti orang membuat garam dari air laut), maka sisa yg ada adalah kristal terusi hasil olahan kita.







Selamat mencoba dan semoga berhasil.

Minggu, 21 Maret 2010

Dapatkah logam larut dalam cairan?

Jawabannya adalah dapat, tergantung media dan cara pengolahannya.
Sebetulnya ini adalah cara yg sangat sederhana dan sering dilakukan oleh murid2 SMA di waktu praktek elektronika. Sebagaimana kita ketahui untuk praktek elektronika kita diminta harus bisa membuat rangkaian di PCB (Printed Circuit Board) yaitu papan dengan lapisan tembaga, setelah PCB kita gambar dengan spidol permanent sesuai dengan jalur yg diinginkan, maka kita berharap tembaga yg tidak tertutup spidol menjadi hilang. Untuk menghilangkannya jika kita harus kerik butuh waktu yang lama dan hasilnya tidak rapi. Ada cara lainnya yang lebih baik baik, yaitu menyerahkan kepada kimia untuk mengerjakannya. Untuk itu kita perlu larutan ferri chloride yang dapat kita beli di toko kimia. setelah itu campurkan ferri chloride dengan air (agar tidak terlalu pekat), kemudian rendam papan PCB tadi kedalam larutan tersebut selama beberapa menit.
Setelah itu angkat, anda pasti akan kaget, karena lapisan tembaga yg ada telah hilang.
Kemanakah lapisan tembaga tersebut?, ternyata lapisan tersebut telah menyatu menjadi larutan, dapatkah larutan tersebut dikembalikan menjadi logam? tentu saja dapat....

Ferri Chloride bagi orang awam akan dianggap aneh, bisa melarutkan unsur logam tembaga hingga menjadi cairan, apalagi kalau mengetahui selain ferri chloride masih ada beberapa jenis cairan lain yg berkemampuan untuk melarutkan perak bahkan emas.

Bagaimana untuk mengembalikan tembaga yang sudah larut di dalam cairan untuk kembali menjadi logam ???
Caranya lebih sederhana lagi, namun saya tidak akan ceritakan dalam kesempatan ini.

Semoga menjadi infomasi yang berguna bagi para pembacanya...

Sabtu, 18 April 2009

Proses logam Emas tanpa Mercury (Air Raksa)

Batu Galena dan Batu Pirit yang banyak terdapat diwilayah Indonesia ternyata kalau diolah secara serius dengan menggunakan teknologi sederhana dapat mengahasilkan unsur Timah, perak dan Emas.

Untuk Batu Galena tehnik pengolahannya adalah sebagai berikut:
1. Batu Galena dihancurkan hingga menjadi tepung.
2. Kemudian dicampur dengan suatu unsur kimia yang (Saya namakan Analyst Research), kemudian diendapkan selama satu malam maka semua unsur yg ada akan larut menjadi bubur.
3. Beri campuran tambahan berupa air bersih sebanyak 3x takaran dari jumlah bubur yang ada dan endapkan sampai airnya menjadi jernih kembali.
4. Pisahkan air (air jangan dibuang!) dan endapan bubur.

Proses untuk mengubah unsur cairan menjadi unsur logam:
1. Keringkan endapan bubur hingga menjadi bubuk atau tepung.
2. Bakar bubuk tersebut dengan menggunakan suhu tinggi, akan menghasilkan timah hitam dan perak yang mengandung emas.
3. Unsur emas dan perak akan berkumpul dibagian tepi, dan unsur timah dibagian tengah.

Proses untuk memisahkan emas dengan perak pengolahannya sebagai berikut:
1. Unsur perak yang mengandung emas direndam dengan unsur kimia lainnya (Saya namakan air keramat), maka unsur perak akan larut menjadi cairan, sedangkan unsur emas akan mengendap menjadi tepung berwarna hitam ke coklat2an, seperti bubuk kopi (hati2 akan menghasilkan gas buang beracun dan bau tidak sedap).
2. Pisahkan cairan dan endapan tersebut.
3. Bakar tepung tersebut dengan peralatan pembakar emas, selanjutnya akan menghasilkan logam emas.
4. Kemudian unsur cairan yang sudah dipisahkan ditambah dengan air bersih, satu banding satu.
5. Masukan logam tembaga, fungsi logam tembaga ini adalah untuk untuk mengikat logam perak, bentuknya seperti seperti cendol berwarna putih seperti bunga es yang menempel pada logam tembaga tersebut.
6. Pisahkan airnya hingga tertinggal logam tembaga dan unsur yang menempel.
7. Logam tembaga dipisahkan dengan unsur yg menempel (inilah unsur perak).
8. Bakar unsur perak dengan menggunakan peralatan pembakar emas, selanjutnya akan menghasilkan logam perak.

Dengan demikian dari batu galena yg melimpah ruah dinegeri kita ini akan dihasilkan logam timah hitam, perak dan emas.

Dari 20 Kg batu galena dengan kadar PB 40% akan dihasilkan :
1. Timah hitam : 6 Kg
2. Perak : 16 Gram
3. Emas : 1.5 Gram

Untuk Batu Pirit dengan proses yang sama akan menghasilkan:
1. Perak : 15 Gram
2. Emas : 1.2 Gram

Saya sebut air Analyst Research air ini bisa menghancurkan semua logam kecuali emas, Sebagai Gambaran untuk air sakti harganya berkisar Rp. 15.000,- per kilo, sendangkan untuk air keramat harganya berkisar Rp.10.000,- per kilo.


Bandingkan jika diproses dengan menggunakan air raksa (air merkuri) yang harganya berkisar Rp. 380.000,- per kilonya.

Peralatan yang dibutuhkan:
1. Alat penumbuk batu.
2. Drum Plastik.
3. Perangkat pelebur emas.

Untuk menjaga keramahan lingkungan, air limbah yg dihasilkan ditampung di bak penampungan khusus dan dicampur dengan kapur, jika air tersebut dialirkan ke kolam berisi ikan dan ikannya tidak mati maka libah tersebut sudah netral, endapan limbahnya dapat digunakan sebagai pupuk tanaman.

Untuk konsultasi boleh menghubungi saya di No. HP. 0812 83263139, namun sebelumnya mohon maaf jika suatu saat tidak dapat langsung dilayani karena kesibukan saya.

Selamat kepada Bpk. Ir. Saprizal  Kisaran - Medan Sumatra Utara, yg telah konsultasi dan beliau telah berhasil dalam mengolah Batu Pirit dengan metode diatas, beliau juga telah berhasil mengolah limbah pixer dan limbah elektronik untuk diambil unsur logam peraknya.

Selasa, 29 Juli 2008

Bisnis pendulangan Emas sarat penipuan

Belum lama ini saya dan beberapa teman nyaris terperosok dalam bisnis pendulangan emas yang berlokasi didaerah bogor. Bermula dari mengolah batu pirik untuk di ambil unsur emasnya, maka saya mengadakan percobaan dengan cara menghancurkan batu tersebut kemudian diambil unsur emasnya. Dikarenakan peralatan yang mendukung sangat terbatas, maka saya dan teman2 pergi ke Bogor, disana ada banyak tempat pengolahan emas secara tradisional.

Di Bogor saya menyewa peralatan untuk mengolah emas, alat itu disebut oleh orang2 disana dengan nama gelundung, alat ini berupa silinder yang digerakan oleh motor. Kemudian batu yang telah dihaluskan dimasukan kedalam gelundung dan gelundung tadi dihidupkan selama 6 jam, setelah di campur dengan air raksa. air raksa ini gunanya untuk mengikat emas dan perak. Setelah itu air raksa dikumpulkan dan dimasukkan kedalam kain dan diperas, hasil perasan disebut cindil.

Pada waktu menyewa gelundung, banyak penduduk setempat yang menawarkan lumpur emas (maksudnya lumpur bekas pengolahan emas di pongkor) harganya mulai dari Rp. 5.000,- sampai Rp. 200.000,- perkarung. Dengan semangat mereka menawarkan bahwa dengan membeli lumpur itu akan sangat menguntungkan jika diproses menjadi emas, namun anehnya mereka tidak mau mengolah sendiri dan menjual hasilnya, mereka selalu mengarahkan agar lumpur tersebut yang dibeli.

Selain orang menawarkan lumpur juga ada orang yang meminjam gelundung yang saya sewa, mereka dengan cekatan memproses lumpur tersebut dan menghasilkan cindil yang cukup besar, selanjutnya orang tersebut kembali menawarkan lumpur yg dimiliki kepada saya.
Kesimpulan saya, mereka meminjam gelundung tersebut semata-mata untuk memperagakan bahwa lumpur yang dibawa mengandung banyak unsur emas dan nyata karena cindil yang dihasilkan cukup besar dan saya melihat proses itu dengan mata kepala saya sendiri, sementara hasil olahannya tidak mereka jual dengan alasan yng mereka hanya mau jual lumpur.
Yang menjadi pertanyaan, mengapa hasilnya tidak mau dijual?. Jawabannya adalah kalau hasil itu dijual maka dia akan kehilangan alat peraga, sebab untuk memancing konsumen baru, lumpur yang mereka akan peragakan telah dicampur dengan cindil yang mereka miliki.

Proses selanjutnya cindil ini lah yang kemudian diberi air keras untuk menghilangkan unsur logam yang lain, setelah air keras tidak bereaksi lagi maka yang ada adalah endapan lumpur + emas dan air + perak.

Memisahkan endapan lumpur dengan cara didorong dengan tekanan air sehingga lumpur sedikit-demi sedikit terangkat dan terpisah dengan logam berat yg tetap mengendap, logam berat inilah yang selanjutnya akan menjadi emas.

Mengambil unsur perak dari dalam air dengan cara merendam media lempengan tembaga selama beberapa jam, hasilnya unsur perak akan menempel pada media tembaga seperti lumut, selanjutnya perak dapat dikumpulkan dengan cara dikerik.

Sangat menggiurkan bisnis ini, namun sekali terpeleset......., puluhan juta uang anda akan menjadi milik orang lain.

Rabu, 25 Juni 2008

Bisnis Batu Galena

Bisnis batu galena ini memang sangat menggiurkan, akan tetapi sebelum terjun dalam usaha ini harus di cermati dahulu, jangan sampai investasi yang anda miliki manjadi sia-sia.

Tidak semua batu galena dapat diproses menjadi timah hitam, karena ada batu galena yang kadar Pb-nya rendah, tapi kadar Zn (Zink) tinggi tidak disarankan untuk diproses menjadi timah hitam.

Hati-hati dengan pedagang batu galena menawarkan dengan contoh kurang sesuai dengan batu yang akan dijualnya, sehingga kadarnya kalau diolah hasilnya akan jauh dari yang diharapkan, hal ini akan merugikan investor. Ada juga yang menjual dengan kualitas bagus, akan tetapi ketika diminta dalam jumlah besar tidak menyanggupi.

Batu Galena adalah salah satu hasil alam yang penambangannya harus memiliki ijin dari Departemen terkait, jangan sampai barang yang sudah kita beli merupakan barang ilegal yang tidak dilindungi dokumen yang sah, sehingga merupakan resiko yang riskan bagi yang membawanya.

Bagi investor yang berminat, sebaiknya kontrak saja dengan pemilik izin explorasi atau membeli lahan secara legal dan diurus surat perijinannya.

Tempat penambangan batu galena ini biasanya ada dipegunungan dan jauh dari jalan raya, jadi jangan mudah percaya terhadap tempat tambang yang ditawarkan, karena bisa saja tambang tersebut adalah milik orang lain.

Proses Batu Galena menjadi Timah

Sebelum batu galena diproses, perlu diperiksa kadarnya apakah jumlah kandungannya menguntungkan kalau diproses, jika dinilai menguntungkan maka selanjutnya batu galena tersebut ditumbuk hingga halus, kemudian dimasukan kedalam tempat dan dicampur dengan zat-zat kimia berupa katalis yang fungsinya untuk mempercepat proses pemasakan.

Proses pemasakan batu galena menggunakan bahan bakar arang dan memakan waktu beberapa jam. Setelah proses pemasakan berhasil maka akan menghasilkan cairan timah hitam, kotoran-kotoran yang bukan senyawanya akan mengapung. Untuk menghasilkan kadar yang baik, kotoran yang mengapung tersebut harus dibuang, semakin bersih dari kotoran berarti kadar timah yang dihasilkan akan semakin baik.

Selanjutnya timah hitam siap dituang kedalam cetakan yang telah disediakan, adapun ukuran dan bentuknya dapat disesuaikan dengan keinginan, bisa juga diberi logo atau merek.

Untuk mendapatkan pengakuan kualitas, sebaiknya hasil yang sudah jadi dibuatkan sertifikat di scofindo, sehingga dapat diketahui dengan pasti persentase kadarnya.