Jumat, 23 Desember 2016

Meng ekstrak kandungan emas dari seonggok pasir

Dengan nama ALLOH Yang Maha Pengasih lagi Penyayang, saya mencoba mengungkap rahasia alam yg di Anugrah kan pada Negeri tercinta ini berupa Sungai-sungai yg mengalir dari pegunungan.
Ternyata di sungai-sungai tersebut banyak mengandung mineral logam berharga, diantara nya emas dll.
Emas yg terlihat dgn kasat mata di sebut Aluvial mungkin sudah umum orangg tau..., bagai mana dengan pasir yg melimpah dr sungai yang biasa nya org ambil untk bahan bangunan, bahkan kadang-kadang hanya di buat sebagai urugan lahan.....?

Ini yang Saya coba jelaskan berdasarkan hasil observasi dan uji coba selama 7 Bulan lebih, ternyata dalam butiran pasir tersebut masih banyak mineral logam yg tidak terlihat mata....,mengapa? ...karena masih terbungkus oleh pengotor/karbon dan batuan....

Untuk itu saya mencoba menjabarkan cara deteksi logam dalam pasir tersebut dengan cara sederhana.....

Bila serius mau usaha buat UD atau apalah yg menjual pasir atau pembuatan bataco...

Ke untungan nya pasir murah hitungan nya per truck colt diesel 6 kubik hanya min Rp 750 ribu.....

Langkah awal saring pasir dengan kawat halus....yg paling bagus di air, agar yg halus mudah turun......
Coba dulu dalam satu karung di saring dan ambil yang halus nya....

Setelah dpt pasir yg halus....lalu di rosting atau di sangrai untk menghilangkan/mengurangi kadar blerang....yg ada dalam pasir.

Dingin kan pasir itu.lalu ambil magnet....pisah kan yg menempel magnet dengan yang tidak menempel.......
Langkah selanjut nya cara mendeteksi pasir ada logam selain besi/fe nya tdk......
Pertama siap kan glass air aqua yg 220 ml.....masukan pasir yg menempel magnit dan yang tidak menempel magnit dalam glass aqua sampai penuh padat......
Lalu timbang ke dua nya....berapa berat masing-masing pasir tersebut.....?
Biasa nya yg menempel magnet umum nya seberat 7ons dlm satu glass aqua penuh.....matrial/pasir ini jelas isi nya mineral besi......
Karena menempel magnet.....
Sekarang berapa berat pasir yg tdk menempel magnet.......?
Kalau dalam satu glass aqua beratnya hanya 4 ons atau 5 ons......artinya pasir ini tidak/minim logam.....
Karena berat pasir/batuan harus lebih ringan dari besi....
Dan ini pasti hukum nya......

Tp jangan khawatir,slama sy survey umum nya berat pasir yg tdk menempel magnit berat nya paling rendah 550 gram/5,5 ons....smp hampir 7 ons....

Semakin berat semakin bagus inti nya semakin banyak logam nya....selain besi.
Dalam pasir yang tidak menempel magnit.....
Kesimpulan nya pasir yg menempel magnet jelas mineral besi akan sudah menjadi hukum alam besi menempel magnet....

Bila dalam satu gelass aqua....isi nya tidak ada logam nya maka berat nya hanya 4 ons sampai 5 ons saja.....
Jadi kalau brt pasir yg tdk menempel magnet berat nya dlm satu glass aqua lbh dr 5 ons.....itu logam berharga.......apalagi bisa lebih berat dari mineral logam besi timbangan nya......

Demikan penjelasan tersebut saya sampaikan, semoga bermanfaat bagi para pembacanya dan membawa kehidupan yg lebih baik dimasa mendatang.


Rabu, 06 Juni 2012

Jual Trusi

Bersama ini saya tawarkan produk trusi hasil buatan sendiri, bagi yang berminat silahkan hubunginya saya.


Terimakasih

Senin, 06 Desember 2010

Membuat Garam Terusi (CUSO4) dari Batu cu

Kepada para pembaca blog saya yang kebetulan disekitar desanya banyak berserakan batu cu tidak ada salahnya untuk mencoba membuat terusi atau orang menyebutnya tawas biru atau copper sulphate.









Berikut ini cara membuatnya
Pertama-tama hancurkan batu CU hingga halus, setelah itu beri cairan H2O2 (Hidrogen Peroxide) tujuannya untuk membersihkan kotoran yang bercampur dengan tepung cu, setelah reaksinya berhenti masukan larutan H2SO4 (asam sulfat) secara bertahap, secara perlahan tepung cu yang ada akan berubah warna menjadi biru.




Setelah reaksi kimianya berhenti, tambahkan air putih untuk meredam kadar asam yg tinggi, kemudian ambil airnya dan letakan di tempat yang berpenampang luas dan terbuat dari plastik atau kaca dengan ketinggian cairan 1 Cm, jemur sampai habis airnya (prinsipnya seperti orang membuat garam dari air laut), maka sisa yg ada adalah kristal terusi hasil olahan kita.







Selamat mencoba dan semoga berhasil.

Minggu, 21 Maret 2010

Dapatkah logam larut dalam cairan?

Jawabannya adalah dapat, tergantung media dan cara pengolahannya.
Sebetulnya ini adalah cara yg sangat sederhana dan sering dilakukan oleh murid2 SMA di waktu praktek elektronika. Sebagaimana kita ketahui untuk praktek elektronika kita diminta harus bisa membuat rangkaian di PCB (Printed Circuit Board) yaitu papan dengan lapisan tembaga, setelah PCB kita gambar dengan spidol permanent sesuai dengan jalur yg diinginkan, maka kita berharap tembaga yg tidak tertutup spidol menjadi hilang. Untuk menghilangkannya jika kita harus kerik butuh waktu yang lama dan hasilnya tidak rapi. Ada cara lainnya yang lebih baik baik, yaitu menyerahkan kepada kimia untuk mengerjakannya. Untuk itu kita perlu larutan ferri chloride yang dapat kita beli di toko kimia. setelah itu campurkan ferri chloride dengan air (agar tidak terlalu pekat), kemudian rendam papan PCB tadi kedalam larutan tersebut selama beberapa menit.
Setelah itu angkat, anda pasti akan kaget, karena lapisan tembaga yg ada telah hilang.
Kemanakah lapisan tembaga tersebut?, ternyata lapisan tersebut telah menyatu menjadi larutan, dapatkah larutan tersebut dikembalikan menjadi logam? tentu saja dapat....

Ferri Chloride bagi orang awam akan dianggap aneh, bisa melarutkan unsur logam tembaga hingga menjadi cairan, apalagi kalau mengetahui selain ferri chloride masih ada beberapa jenis cairan lain yg berkemampuan untuk melarutkan perak bahkan emas.

Bagaimana untuk mengembalikan tembaga yang sudah larut di dalam cairan untuk kembali menjadi logam ???
Caranya lebih sederhana lagi, namun saya tidak akan ceritakan dalam kesempatan ini.

Semoga menjadi infomasi yang berguna bagi para pembacanya...

Sabtu, 18 April 2009

Proses logam Emas tanpa Mercury (Air Raksa)

Batu Galena dan Batu Pirit yang banyak terdapat diwilayah Indonesia ternyata kalau diolah secara serius dengan menggunakan teknologi sederhana dapat mengahasilkan unsur Timah, perak dan Emas.

Untuk Batu Galena tehnik pengolahannya adalah sebagai berikut:
1. Batu Galena dihancurkan hingga menjadi tepung.
2. Kemudian dicampur dengan suatu unsur kimia yang (Saya namakan Analyst Research), kemudian diendapkan selama satu malam maka semua unsur yg ada akan larut menjadi bubur.
3. Beri campuran tambahan berupa air bersih sebanyak 3x takaran dari jumlah bubur yang ada dan endapkan sampai airnya menjadi jernih kembali.
4. Pisahkan air (air jangan dibuang!) dan endapan bubur.

Proses untuk mengubah unsur cairan menjadi unsur logam:
1. Keringkan endapan bubur hingga menjadi bubuk atau tepung.
2. Bakar bubuk tersebut dengan menggunakan suhu tinggi, akan menghasilkan timah hitam dan perak yang mengandung emas.
3. Unsur emas dan perak akan berkumpul dibagian tepi, dan unsur timah dibagian tengah.

Proses untuk memisahkan emas dengan perak pengolahannya sebagai berikut:
1. Unsur perak yang mengandung emas direndam dengan unsur kimia lainnya (Saya namakan air keramat), maka unsur perak akan larut menjadi cairan, sedangkan unsur emas akan mengendap menjadi tepung berwarna hitam ke coklat2an, seperti bubuk kopi (hati2 akan menghasilkan gas buang beracun dan bau tidak sedap).
2. Pisahkan cairan dan endapan tersebut.
3. Bakar tepung tersebut dengan peralatan pembakar emas, selanjutnya akan menghasilkan logam emas.
4. Kemudian unsur cairan yang sudah dipisahkan ditambah dengan air bersih, satu banding satu.
5. Masukan logam tembaga, fungsi logam tembaga ini adalah untuk untuk mengikat logam perak, bentuknya seperti seperti cendol berwarna putih seperti bunga es yang menempel pada logam tembaga tersebut.
6. Pisahkan airnya hingga tertinggal logam tembaga dan unsur yang menempel.
7. Logam tembaga dipisahkan dengan unsur yg menempel (inilah unsur perak).
8. Bakar unsur perak dengan menggunakan peralatan pembakar emas, selanjutnya akan menghasilkan logam perak.

Dengan demikian dari batu galena yg melimpah ruah dinegeri kita ini akan dihasilkan logam timah hitam, perak dan emas.

Dari 20 Kg batu galena dengan kadar PB 40% akan dihasilkan :
1. Timah hitam : 6 Kg
2. Perak : 16 Gram
3. Emas : 1.5 Gram

Untuk Batu Pirit dengan proses yang sama akan menghasilkan:
1. Perak : 15 Gram
2. Emas : 1.2 Gram

Saya sebut air Analyst Research air ini bisa menghancurkan semua logam kecuali emas, Sebagai Gambaran untuk air sakti harganya berkisar Rp. 15.000,- per kilo, sendangkan untuk air keramat harganya berkisar Rp.10.000,- per kilo.


Bandingkan jika diproses dengan menggunakan air raksa (air merkuri) yang harganya berkisar Rp. 380.000,- per kilonya.

Peralatan yang dibutuhkan:
1. Alat penumbuk batu.
2. Drum Plastik.
3. Perangkat pelebur emas.

Untuk menjaga keramahan lingkungan, air limbah yg dihasilkan ditampung di bak penampungan khusus dan dicampur dengan kapur, jika air tersebut dialirkan ke kolam berisi ikan dan ikannya tidak mati maka libah tersebut sudah netral, endapan limbahnya dapat digunakan sebagai pupuk tanaman.

Untuk konsultasi boleh menghubungi saya di No. HP. 0813 1874 0539, namun sebelumnya mohon maaf jika suatu saat tidak dapat langsung dilayani karena kesibukan saya.

Selamat kepada Bpk. Ir. Saprizal  Kisaran - Medan Sumatra Utara, yg telah konsultasi dan beliau telah berhasil dalam mengolah Batu Pirit dengan metode diatas, beliau juga telah berhasil mengolah limbah pixer dan limbah elektronik untuk diambil unsur logam peraknya.

Selasa, 29 Juli 2008

Bisnis pendulangan Emas sarat penipuan

Belum lama ini saya dan beberapa teman nyaris terperosok dalam bisnis pendulangan emas yang berlokasi didaerah bogor. Bermula dari mengolah batu pirik untuk di ambil unsur emasnya, maka saya mengadakan percobaan dengan cara menghancurkan batu tersebut kemudian diambil unsur emasnya. Dikarenakan peralatan yang mendukung sangat terbatas, maka saya dan teman2 pergi ke Bogor, disana ada banyak tempat pengolahan emas secara tradisional.

Di Bogor saya menyewa peralatan untuk mengolah emas, alat itu disebut oleh orang2 disana dengan nama gelundung, alat ini berupa silinder yang digerakan oleh motor. Kemudian batu yang telah dihaluskan dimasukan kedalam gelundung dan gelundung tadi dihidupkan selama 6 jam, setelah di campur dengan air raksa. air raksa ini gunanya untuk mengikat emas dan perak. Setelah itu air raksa dikumpulkan dan dimasukkan kedalam kain dan diperas, hasil perasan disebut cindil.

Pada waktu menyewa gelundung, banyak penduduk setempat yang menawarkan lumpur emas (maksudnya lumpur bekas pengolahan emas di pongkor) harganya mulai dari Rp. 5.000,- sampai Rp. 200.000,- perkarung. Dengan semangat mereka menawarkan bahwa dengan membeli lumpur itu akan sangat menguntungkan jika diproses menjadi emas, namun anehnya mereka tidak mau mengolah sendiri dan menjual hasilnya, mereka selalu mengarahkan agar lumpur tersebut yang dibeli.

Selain orang menawarkan lumpur juga ada orang yang meminjam gelundung yang saya sewa, mereka dengan cekatan memproses lumpur tersebut dan menghasilkan cindil yang cukup besar, selanjutnya orang tersebut kembali menawarkan lumpur yg dimiliki kepada saya.
Kesimpulan saya, mereka meminjam gelundung tersebut semata-mata untuk memperagakan bahwa lumpur yang dibawa mengandung banyak unsur emas dan nyata karena cindil yang dihasilkan cukup besar dan saya melihat proses itu dengan mata kepala saya sendiri, sementara hasil olahannya tidak mereka jual dengan alasan yng mereka hanya mau jual lumpur.
Yang menjadi pertanyaan, mengapa hasilnya tidak mau dijual?. Jawabannya adalah kalau hasil itu dijual maka dia akan kehilangan alat peraga, sebab untuk memancing konsumen baru, lumpur yang mereka akan peragakan telah dicampur dengan cindil yang mereka miliki.

Proses selanjutnya cindil ini lah yang kemudian diberi air keras untuk menghilangkan unsur logam yang lain, setelah air keras tidak bereaksi lagi maka yang ada adalah endapan lumpur + emas dan air + perak.

Memisahkan endapan lumpur dengan cara didorong dengan tekanan air sehingga lumpur sedikit-demi sedikit terangkat dan terpisah dengan logam berat yg tetap mengendap, logam berat inilah yang selanjutnya akan menjadi emas.

Mengambil unsur perak dari dalam air dengan cara merendam media lempengan tembaga selama beberapa jam, hasilnya unsur perak akan menempel pada media tembaga seperti lumut, selanjutnya perak dapat dikumpulkan dengan cara dikerik.

Sangat menggiurkan bisnis ini, namun sekali terpeleset......., puluhan juta uang anda akan menjadi milik orang lain.

Rabu, 25 Juni 2008

Bisnis Batu Galena

Bisnis batu galena ini memang sangat menggiurkan, akan tetapi sebelum terjun dalam usaha ini harus di cermati dahulu, jangan sampai investasi yang anda miliki manjadi sia-sia.

Tidak semua batu galena dapat diproses menjadi timah hitam, karena ada batu galena yang kadar Pb-nya rendah, tapi kadar Zn (Zink) tinggi tidak disarankan untuk diproses menjadi timah hitam.

Hati-hati dengan pedagang batu galena menawarkan dengan contoh kurang sesuai dengan batu yang akan dijualnya, sehingga kadarnya kalau diolah hasilnya akan jauh dari yang diharapkan, hal ini akan merugikan investor. Ada juga yang menjual dengan kualitas bagus, akan tetapi ketika diminta dalam jumlah besar tidak menyanggupi.

Batu Galena adalah salah satu hasil alam yang penambangannya harus memiliki ijin dari Departemen terkait, jangan sampai barang yang sudah kita beli merupakan barang ilegal yang tidak dilindungi dokumen yang sah, sehingga merupakan resiko yang riskan bagi yang membawanya.

Bagi investor yang berminat, sebaiknya kontrak saja dengan pemilik izin explorasi atau membeli lahan secara legal dan diurus surat perijinannya.

Tempat penambangan batu galena ini biasanya ada dipegunungan dan jauh dari jalan raya, jadi jangan mudah percaya terhadap tempat tambang yang ditawarkan, karena bisa saja tambang tersebut adalah milik orang lain.